Prediksi Nilai Kelulusan Minimal EPS Topik dan Kuota Gelombang Kedua Manufaktur 2019

Saturday, June 15, 2019
Halo teman-teman! Gelombang I Manufakture 2019 sudah usai dan penuh dengan kejutan pada skor akhir, ya dengan hasil dari gelombang pertama, banyak yang gugur ada sekitar 928 yang gugur di test skill.
Prediksi Nilai Kelulusan Minimal EPS Topik dan Kuota Gelombang Kedua Manufaktur 2019

Terus yang bikin mengejutkannya lagi yang gugur merata, bukan hanya dari nilai bahasa pas-pasan. Banyak dari teman kita yang mendapat nilai bahasa 175/87.5, 180/90, 185/92.5, 190/95, dan bahkan yang salah satu soal pun(195/97.5) ada yang gugur.



Terus mengapa demikian, kebanyakan sih tereliminasi karena nilai di wawancara kurang. Saya kasih sedikit penjelasan singkat mengapa meskipun ada yang pas wawancara lancar dan semua pertanyaan terjawab tetap tidak lolos.

Banyak faktor yang membuat gagal saat wawancara meskipun anda merasa melakukannya dengan baik dan lancar, salah satunya faktor emosional dan gerogi, faktor ini yang paling sangat krusial, meski pun perkenalan diri lancar, pertanyaan dijawab dengan lancar, tapi karena faktor grogi semua itu datar tanpa ekpresi, tanpa intonasi, muka hambar tanpa senyum, cara duduk salah, intonasi saat menjawab pertanyaan dari HRD salah, etika wawancara sesuai dengan gaya Korea tidak tau, ya mungkin itu yang menjadi faktor minusnya. Untuk tips wawancara saya akan tuliskan lebih lanjut di artikel yang terpisah.

Oke kita lanjut ke pokok pembahasan kali ini, pada tulisan kali ini kita akan membahas nilai minimal untuk bisa lolos tahap I eps topik dengan kalkulasi yang mungkin sedikit akurat, sebab saya sudah kalkulasikan pas gelombang pertama juga dan hasilnya akurat.

Sekarang, mari kita simak dulu data dari gelombang pertama sebagai berikut :

Data Gelombang I

Tahap awal : 7,931−65% = 2,741 KKM 160/80.

Penjelasannya, setiap tahap awal itu biasanya akan disortir 50%-60% peserta yang akan digugurkan, dan hanya akan diambil 50%-40% peserta dengan skor tertinggi, kita bisa menyimpulkan data diatas yg diambil hanya 35%, mengapa tinggi? Karena target kuota hanya sekitar 1767, sebab kuota awal 5200 akan tetapi karena jumlah peserta yang timpang, banyak di gelombang ke dua( 7,931 : 15,120 = 1:3) maka 5200 : 3 = 1767.

Tahap akhir : 2,741−34% = 1,813.KKM 166.

Kemudian untuk ditahap kedua, akan dieliminasi sekitar 20%-30%, dan diambil sampai 80%-70%, Nah dari kalkulasi diatas cuman miss 33 kuota atau cuman 1 sekian persen dari hitungan dan hasil real.

Kuota sisa.
5200-1813= 3387.

Perkiraan Gelombang 2

Tahap awal : 15,120 - 60% = 6,048.
Mengapa saya kalkulasikan dengan 60%(yang diambil 40%)? Karena sisa kuota hanya 3387, kesimpulannya di tahap kedua ini bakal lebih keras sikut-sikutan nilainya. Terus berapa kkmnya?
KKM kisaran 155-170 (tapi tergantung peserta tes, bisa naik bisa turun, kalo pas gelombang kedua karena pesertanya lebih siap dalam pemantapan materi, ya bisa jadi naik, intinya sistem point itu diambil dari rank tertinggi sampai memenuhi kuota yang dicari, nanti bakal ketemu dah kkmnya, tapi sejauh ini kualitas rata2 peserta indonesia ada di 155-170 an).

Tahap akhir : 6,048−44% = 3,387 KKM 168-168.
Pada tahap akhir, hanya akan diambil 56% saja, 44% akan digugurkan, tentunya dengan persentasi tersebut, kita harus memaksimalkan semua, baik dari segi bahasa dan juga skill testnya. Jadikan gelombang pertama sebagai pembelajaran dan juga tolak ukur, sebab nilai bahasa tinggi tapi tidak imbang pada tahap skill, ya tetap gugur. Nilai bahasa bukan lagi patokan, karena HRD mencari peserta yang kompeten, terlebih di skill.

Masukan, karena ujiannya itu sistem ranking, maka giatlah belajar guna mendapatkan hasil yang maksimal, ingat usaha tidak akan mengkhianati hasil akhir, saya arum, sekian dan wasalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.






Share this with short URL: Get Short URLloading short url

Comments

Silahkan tinggalkan komentar anda! Berkomentarlah dengan bijak dan sopan. Kamsahamnida.